Iklan

Senin, 28 September 2026, 28.9.26 WIB
Last Updated 2026-09-28T05:59:54Z
-UTAMABERITA TERKINIBERITA-UTAMAHUKUMPEMERINTAHPOLRIREGIONALWARGA LAPOR

SINGKAP BOROK HIDDEN BARHOUSE SURABAYA: "Cegoki Anak-Anak Alkohol Ilegal, Pekerja Malah Dijadikan Sansak Hidup Manajemen Beringas"

Advertisement


Banaspatiwatch.co.id||SURABAYA-- Jika ada penghargaan untuk tempat hiburan malam paling "bernyali" sekaligus paling abai hukum di Kota Pahlawan saat ini, Hidden Barhouse di Jalan Diponegoro No. 211, Surabaya jelas menjadi kandidat tunggal di garis depan. 


Tempat yang mengusung konsep "tersembunyi" ini tampaknya benar-benar mengartikan namanya secara harfiah. Tersembunyi dari jangkauan hukum, tersembunyi dari moralitas publik, dan—yang paling magis—diduga tersembunyi dari radar pemeriksaan perizinan resmi pemerintah kota.


Investigasi mendalam dan penelusuran berantai (running news) mengungkap borok baru yang jauh lebih pekat di balik gemerlap lampu neon Hidden Barhouse. Tempat ini bukan lagi sekadar ruang berdansa, melainkan sudah menjelma menjadi episentrum bahaya terstruktur yang mengancam generasi muda sekaligus mempraktikkan gaya manajemen ala kolonial yang barbar.


SURGA ALKOHOL ILEGAL DAN MISTERI "CAIRAN OPLOSAN" PALSU


Bagaimana sebuah tempat hiburan besar bisa beroperasi bebas tanpa mengantongi izin edar dan izin jual minuman beralkohol yang lengkap? Pertanyaan retoris ini adalah tamparan keras bagi dinas terkait di Surabaya. Hidden Barhouse diduga kuat menyajikan asupan alkohol ilegal secara masif.


Lebih mengerikan lagi, keresahan publik kini memuncak seiring mencuatnya dugaan peredaran minuman keras (miras) palsu. Di balik botol-botol bermerek mentereng dengan harga selangit, diduga tersimpan cairan kimia berbahaya—alias oplosan versi premium—yang siap merusak organ dalam para pengunjungnya. 


Manajemen tampaknya sedang berjudi dengan nyawa konsumen demi mengeruk keuntungan berlipat ganda dari barang tiruan beracun.


"EKSPLOITASI GENERASI"

Pesta Anak di Bawah Umur yang Dilegalkan


Bukan rahasia lagi, pintu depan Hidden Barhouse tampak begitu ramah dan longgar menerima rombongan anak-anak di bawah umur. Di saat regulasi dengan tegas melarang anak usia sekolah menyentuh dunia malam, bar di Jalan Diponegoro ini justru menjadikannya sebagai ladang bisnis basah.


Saban akhir pekan, anak-anak yang belum genap usia legal ini dibiarkan menenggak alkohol, berbaur dalam kepulan asap, dan menikmati atmosfer destruktif. Manajemen menutup mata rapat-raapat demi lembaran rupiah, mengorbankan masa depan anak-anak Surabaya di bawah lantai dansa yang remang-remang.


MANAJEMEN BERINGAS

Security Digebuki Karena Gagal Jadi "Tameng Peluru"


Sisi paling gelap dan paling menjijikkan dari Hidden Barhouse akhirnya tumpah ke ranah hukum. Menyusul kericuhan mencekam beberapa waktu lalu—saat bar ini diserbu oleh sekelompok pemuda dari Indonesia Timur yang menenteng senjata tajam jenis parang—pihak manajemen justru menunjukkan wajah aslinya yang luar biasa kejam.


Alih-alih mengevaluasi sistem keamanan internal atau melindungi pekerjanya, oknum manajemen Hidden Barhouse justru melimpahkan kekesalan mereka secara barbar. Karyawan bagian security (keamanan) yang saat itu bertaruh nyawa di garis depan menghadapi parang, justru diberikan hukuman fisik yang sangat beringas berupa pemukulan bertubi-tubi oleh pihak manajemen sendiri.


Para pekerja keamanan ini dipukuli hingga mengalami luka-luka dan merasakan sakit fisik yang mendalam. Mereka diperlakukan tak ubahnya budak yang tidak boleh gagal menjadi tameng peluru pemilik modal. 


Tidak terima dengan tindakan penganiayaan yang melanggar hak asasi manusia dan hukum pidana ini, sejumlah korban akhirnya resmi menyeret beringasnya manajemen Hidden Barhouse ke jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.


DIMANA TARING PENEGAK HUKUM?


Laporan polisi sudah di tangan, bukti-bukti dugaan miras palsu makin benderang, dan fakta pelanggaran izin serta keterlibatan anak di bawah umur sudah menjadi konsumsi publik yang membuat dada sesak.


Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kota Surabaya dan aparat penegak hukum Polrestabes Surabaya. Publik menanti dengan geram, apakah Hidden Barhouse akan terus dibiarkan "sakti" berlindung di balik kata hidden, ataukah hukum akan datang menghantam pintu depannya hingga runtuh dan menyegel tempat penindasan serta racun generasi ini untuk selamanya? Kita kawal kasus ini sampai tuntas.


(Wied/red)