Iklan

Sabtu, 29 Agustus 2026, 29.8.26 WIB
Last Updated 2026-08-29T13:48:54Z
-UTAMABERITA TERKINIBERITA-UTAMAHUKUMPEMERINTAHPOLRIREGIONALWARGA LAPOR

ARENA SABUNG AYAM RAKSASA BOS MEMPRENG KEMBALI MENANTANG LANGIT SIDOARJO!

Advertisement



Banaspatiwatch.co.id||SIDOARJO--
Slogan "Sidoarjo Bersih" tampaknya benar-benar telah mati dan membusuk di bawah kaki para konglomerat hitam. 
Hari ini, Sabtu, 29 Agustus 2026, sebuah tamparan keras kembali mendarat di wajah aparat penegak hukum (APH) Kota Delta. Tanpa rasa takut, tanpa ragu, dan dengan arogansi tingkat dewa, arena sabung ayam raksasa (diduga) milik Mujiadi alias Bos Rokok Mempreng resmi beroperasi kembali .

Seolah mengejek hukum yang mati suri, gerbang kemaksiatan itu dibuka lebar sejak pukul 09.00 WIB. Tidak tanggung-tanggung, karpet merah langsung digelar untuk sekitar 12 partai lebih pertarungan berdarah dengan nilai taruhan yang membuat geleng-geleng kepala. Mulai dari Rp 5 juta hingga ratusan juta rupiah per partai.

Undangan Terbuka di Bawah Hidung Aparat
Praktik perjudian masif ini sejatinya bukan lagi rahasia bawah tanah. 
Sehari sebelumnya, Jumat, 28 Agustus 2026, undangan resmi untuk merayakan "pembukaan kembali" kerajaan judi ini sudah disebar secara berantai melalui grup WhatsApp para penghobi sabung ayam berdompet tebal.

Setelah sempat "diliburkan" beberapa waktu lalu—yang diduga kuat hanyalah strategi tiarap sesaat demi meredam gejolak publik—kini dinasti perjudian Bos Mempreng bangkit lebih perkasa, lebih berani, dan lebih menantang. 
Pertanyaannya, di mana taring aparat penegak hukum?

SANDIWARA "DRAMATURGI" POLSEK CANDI Polres Sidoarjo Bungkam?

Masyarakat Sidoarjo belum lupa bagaimana beberapa waktu lalu Polsek Candi melakukan aksi yang disebut-sebut sebagai "grebek cepat" dan pembakaran terpal di lokasi. Publik kini sadar, aksi teatrikal itu diduga kuat tak lebih dari sekadar drama bakar-bakar murahan demi menyelamatkan muka institusi dari kritik media. Nyatanya, itu adalah pekerjaan rumah yang tidak pernah diselesaikan secara tuntas.

Hari ini, saat ayam-ayam petarung bertaruh nyawa dan ratusan juta rupiah uang haram berputar di wilayah Candi, ketakutan luar biasa justru ditunjukkan oleh pihak kepolisian. Kapolsek Candi Kompol Septiawan Adi Prihartono serta jajaran Kanitreskrim seolah mendadak tuli dan buta. 

Sikap antikritik dan aksi blokir nomor WhatsApp wartawan menjadi bukti nyata bahwa ada ketakutan sistemik untuk mengusik ketenangan sang bandar besar.
Lebih ironis lagi, Kapolres Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing yang digadang-gadang membawa perubahan, kini justru ikut memilih menutup mata dan telinga.

 Mereka kompak diam seribu bahasa, membiarkan pertanyaan publik menggantung dalam ketidakpastian yang sarat tanda tanya besar. 
Berapa tebal "uang rokok" yang masuk ke kantong oknum hingga hukum bisa dibuat mandul total? 

MENANTI "TAJI" KAPOLDA JATIM 

Sidoarjo hari ini telah berubah menjadi "negara kecil" yang kebal hukum di dalam wilayah NKRI. Perputaran uang judi yang masif diduga telah berhasil menjinakkan otoritas keamanan tingkat lokal.
Masyarakat Jawa Timur kini hanya bisa menatap nanar. 

Harapan terakhir kini bertumpu pada Kapolda Jatim. Apakah jenderal tertinggi di Jawa Timur itu memiliki keberanian dan nyali besar untuk menyapu bersih para backing judi ini? 
Ataukah Polda Jatim juga akan memilih membiarkan marwah institusi Polri di Sidoarjo mati total terkubur uang haram Bos Mempreng?
Kita lihat saja, sampai kapan sandiwara memuakkan ini akan terus dipertontonkan.

( Wied )