Advertisement
Banaspatiwatch.co.id||Surabaya-- Di bawah langit Surabaya yang selalu gerah, sebuah sistem digital darurat perkotaan tiba-tiba memperagakan trik sulap yang membuat dahi publik berkerut tajam. Akun resmi Command Center 112 Surabaya terpantau melakukan aksi delete post kilat atas rilis informasi awal kebakaran besar yang melanda area penting di TPA Benowo.
Ruang digital publik yang seharusnya menjadi mercusuar transparansi kedaruratan, mendadak berubah menjadi panggung penuh tanda tanya besar, ada apa dengan Command Center 112 Surabaya?
SELAMAT DATANG DI KOTA "SULAP DIGITAL"
Sungguh sebuah prestasi teknologi komunikasi yang luar biasa epik. Jika petugas pemadam kebakaran di lapangan membutuhkan waktu berjam-jam bertaruh nyawa menundukkan amukan si jago merah, maka admin media sosial kita hanya butuh satu klik jempol untuk membuat bencana tersebut "padam dan hilang" tak berbekas dari ingatan netizen.
Mungkin, dalam pakem manajemen krisis modern yang dianut, cara paling ampuh melenyapkan kepulan asap beracun bukanlah dengan guyuran ribuan liter air, melainkan dengan menghapus jejak digitalnya.
Postingan hilang, maka masalah dianggap selesai. Bersih, rapi, dan seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Sayangnya, jejak digital bukanlah tumpukan sampah organik yang bisa membusuk lalu lenyap begitu saja dimakan waktu.
KRONOLOGI GANJIL
16 Jam yang Menguap
Berdasarkan investigasi tim Banaspati Watch, linimasa keganjilan ini berjalan sangatlah terstruktur
Rabu Sore (5/8/26)
Akun Instagram resmi @call112surabaya mengunggah video berdurasi 0:16 detik dengan takarir tegas.
"Informasi Awal Kebakaran TPA Benowo". Visual dengan jelas memperlihatkan kobaran api yang melahap infrastruktur krusial, yang diduga kuat mengarah pada sistem pemrosesan termal canggih.
Kamis Pagi (6/8/26,Hari Ini)
Pantauan tim redaksi pada pukul 06.59 WIB menunjukkan unggahan tersebut telah dihapus secara total (take down) dari halaman utama.
Langkah senyap ini langsung memicu gelombang spekulasi liar di tengah masyarakat Kota Pahlawan. Mengapa informasi kebencanaan yang bersifat pelayanan publik dan edukasi darurat harus disembunyikan setelah sempat mengudara setengah hari lebih?
INVESTIGASI LAPANGAN JILID I
Menakar Nasib Proyek Ratusan Miliar
Penghapusan paksa dokumen digital ini tidak bisa dilepaskan dari sensitivitas objek yang terbakar. TPA Benowo bukanlah sekadar tempat pembuangan akhir konvensional bermodal tanah urug, melainkan objek vital nasional pengolahan sampah berbasis energi (PLTSa) terbesar di wilayah Indonesia Timur.
Sumber internal di lapangan membisikkan kepada tim investigasi Banaspati Watch bahwa area yang sempat dijilat api berada sangat dekat dengan kompleks pemrosesan modern. Mirisnya, proyek fasilitas pengolahan ini dikabarkan baru saja mendapatkan kucuran segar suntikan dana dari pemerintah pusat sebesar 120 Miliar Rupiah untuk optimalisasi performa tata kelola sampah kota.
Publik kini berhak melayangkan pertanyaan tajam.
Apakah ada kerusakan masif pada fasilitas mesin pengolahan baru yang dibiayai uang rakyat senilai 120 Miliar tersebut?
Apakah aksi penghapusan postingan oleh Command Center 112 merupakan bentuk kepanikan birokrasi untuk menutupi kelalaian sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta sistem proteksi kebakaran internal proyek?
Mengapa rilis resmi dinas terkait terkesan saling lempar argumen dan tidak senada dengan fakta visual awal yang sempat disebarkan oleh tim tanggap darurat 112 sendiri?
TRANSPARANSI HARGA MATI, BUKAN KOMODITAS KOMPROMI !
Upaya menyembunyikan realita bencana di era keterbukaan informasi publik adalah sebuah langkah mundur yang sangat memalukan. Menghapus postingan medsos tidak akan memperbaiki kerusakan mesin, pun tidak akan mengembalikan uang negara 120 Miliar jika terbukti hangus menjadi arang akibat kelalaian operasional.
Banaspati Watch secara tegas mendesak Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya beserta jajaran pimpinan Command Center 112 untuk memberikan klarifikasi jujur ke hadapan publik. Ruang pusat komando darurat dibentuk menggunakan APBD untuk melindungi dan menginformasikan warga, bukan untuk menjadi alat sensor guna menyelamatkan muka pejabat atau kontraktor proyek dari sorotan hukum!
Nantikan kelanjutan investigasi mendalam terkait rincian kerusakan aliran dana proteksi kebakaran TPA Benowo pada Investigasi Lapangan Jilid II hanya di Banaspati Watch.
( Tim Redaksi / Wied )

