Advertisement
Banaspatiwatch.co.id||Surabaya-- Batik TIN RW 04 Kelurahan Gundih kembali menunjukkan kiprahnya sebagai destinasi edukasi budaya dengan menerima kunjungan rombongan DR Tampines Primary School, Singapura, dalam rangka kegiatan edukasi membatik. Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada para pelajar internasional melalui pengalaman belajar membatik secara langsung.Kamis 23/7/2026
Dalam kunjungan tersebut, para siswa dan guru mendapatkan kesempatan mengenal sejarah batik, filosofi motif, hingga praktik membatik yang dipandu oleh pengelola Batik TIN RW 04 Kelurahan Gundih. Suasana berlangsung hangat, penuh antusiasme, dan menjadi ajang pertukaran budaya yang mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Singapura.
Pengelola Batik TIN RW 04 Kelurahan Gundih, Siswoyo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan serta kerja sama yang telah terjalin dengan DR Tampines Primary School Singapura.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan kerja sama yang baik bersama DR Tampines Primary School Singapura. Kehadiran para siswa dan guru di RW 04 Kelurahan Gundih menjadi motivasi bagi kami untuk terus melestarikan budaya batik sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat internasional," ujar Siswoyo.
Melalui kegiatan edukasi ini, Batik TIN RW 04 Kelurahan Gundih berharap dapat terus menjadi pusat pembelajaran budaya yang terbuka bagi masyarakat, pelajar, maupun wisatawan dari berbagai negara. Selain memperkenalkan teknik membatik, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat pelestarian budaya Indonesia serta meningkatkan citra Kampung Batik Gundih sebagai salah satu destinasi wisata edukasi di Kota Surabaya.
Kunjungan edukasi dari DR Tampines Primary School Singapura ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga batik sebagai warisan budaya Indonesia semakin dikenal dan dicintai oleh dunia internasional.(red)

