Advertisement
![]() |
| Foto: Eri Cahyadi saat menerima jabat tangan dari kader senior PDI-P dikediamannya, saat walimatussafar persiapan keberangkatan haji |
BanaspatiWatch.co.id || Surabaya-- Keberangkatan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji menyisakan ruang kendali pemerintahan yang terbatas di Balai Kota.
Otoritas resmi mengingatkan dengan tegas bahwa Pelaksana Tugas (Plt) atau Pelaksana Harian (Plh) yang ditunjuk menggantikan posisinya dilarang keras mengambil kebijakan krusial atau merombak tatanan birokrasi strategis.
Langkah ini menjadi rambu-rambu yuridis agar roda pemerintahan Kota Pahlawan tetap berjalan stabil tanpa kejutan politik atau administratif yang tidak perlu.
RAMBU MERAH KONSTITUSI
Plt Bukan Wali Kota Penuh
Secara regulasi, ruang gerak seorang penjabat sementara dibatasi ketat oleh Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Plt atau Plh tidak memiliki mandat absolut (mandat penuh) seperti kepala daerah definitif.
Berikut adalah batas-batas tegas yang tidak boleh dilanggar selama Eri Cahyadi bermukim di Mekkah:
DILARANG MUTASI ASN
Tidak boleh ada pergeseran jabatan, pelantikan pejabat baru, atau pencopotan kepala dinas.
DILARANG UBAH ANGGARAN
Pengalihan alokasi dana APBD secara sepihak di luar rencana berjalan adalah pelanggaran berat.
DILARANG RILIS IJIN STRATEGIS
Penerbitan izin prinsip skala besar yang berdampak jangka panjang bagi kota wajib ditangguhkan.
DILARANG TANDA TANGANI PERDA
Pembuatan peraturan daerah baru yang bersifat mengikat publik luas harus menunggu wali kota definitif kembali.
MENJAGA STABILITAS DI TAHUN POLITIK
Larangan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan jangkar stabilitas. Di tengah dinamika lokal Surabaya yang selalu bergerak cepat, pembatasan wewenang ini memastikan tidak ada "penumpang gelap" yang memanfaatkan transisi singkat untuk meloloskan agenda tertentu.
Fokus utama Plt/Plh saat ini hanyalah memastikan pelayanan publik—mulai dari puskesmas, kelurahan, hingga administrasi kependudukan—tetap berjalan prima tanpa jeda. Urusan dapur pemerintahan harus dijaga agar tetap ngebul, namun menunya tidak boleh diubah.
Balai Kota Surabaya kini berada dalam mode autopilot taktis. Semua keputusan strategis terkait masa depan kota tetap berada di tangan Eri Cahyadi, menanti kepulangannya dari ibadah suci.
SELAMAT BER-HAJI MAS WALI...
LABAIK ALLAHUMA LABAIIKKK...
( Wied )

