Iklan

Sabtu, 16 Mei 2026, 16.5.26 WIB
Last Updated 2026-05-16T13:23:28Z
-UTAMABERITA TERKINIBERITA-UTAMAPEMERINTAHREGIONALVIDEO - FOTOWARGA LAPOR

Di Balik Gemerlap Surabaya Vaganza, Arus Protokol Lumpuh Total Ditelan Kemacetan

Advertisement

 

Foto : 
Nampak kemacetan total hingga kendaraan tidak bisa bergerak sejak pukul 18.00.

INVESTIGASI EKSLUSIF

Oleh : Tri Widayanto

Koordinator Liputan Jawa Timur


BanaspatiWatch.co.id||Surabaya-- Di balik kilauan instalasi cahaya dan parade mobil hias "Festival of Lights" dalam perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, jutaan kepulan asap kendaraan dan klakson yang saling bersahutan menjadi realitas kelam di jalanan protokol. Sejumlah ruas jantung kota terpantau mengalami kelumpuhan lalu lintas akibat imbas penutupan rute utama parade malam ini. 


TITIK-TITIK KELUMPUHAN TOTAL

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, efek domino dari penutupan rute dari Tugu Pahlawan menuju Monumen Bambu Runcing melahirkan titik sumbat yang tidak bergerak: 

Jalan Pemuda (Depan Delta Plaza): Kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak dalam barisan rapat. Volume kendaraan dari arah timur tertahan akibat penyempitan lajur kanan dan imbas pengalihan arus di persimpangan Yos Sudarso.


Jalan Tunjungan: Akses yang menjadi koridor utama parade dipadati lautan manusia dan kendaraan pengunjung yang melambat, memicu kemacetan ekstrem pada sirip-sirip jalan di sekitarnya.


Jalan Embong Malang & Jalan Basuki Rachmat: Arus kendaraan dari arah Basuki Rahmat yang dipaksa dialihkan menuju Embong Malang mengalami penumpukan masif, membuat laju kendaraan berjalan merayap di bawah 5 km/jam. 


SOROTAN TAJAM EFEKTIFITAS REKAYASA LALU LINTAS

Kondisi gridlock atau kunci mati di pusat kota memicu pertanyaan krusial mengenai efektivitas skenario mitigasi yang disusun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Meskipun otoritas telah mengumumkan skema pengalihan arus dan menyiapkan 15 titik kantong parkir resmi, realitas di lapangan menunjukkan ketidakseimbangan akut antara daya tampung rute alternatif dengan lonjakan volume kendaraan warga. 


Penutupan jalan utama yang dimulai sejak siang hari tanpa pengawasan ketat di jalur-jalur penyangga disinyalir menjadi pemicu utama penumpukan. Kritik di ruang publik kini mengarah pada kedalaman kajian rekayasa lalu lintas tersebut, yang dinilai kurang mengantisipasi pergerakan masif masyarakat urban di malam minggu, terlebih setelah rute perayaan tahun ini diperpanjang dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. 


Jalur Alternatif yang Dapat Diakses

Bagi pengendara yang masih terjebak atau hendak melintasi pusat kota, disarankan untuk memutar jauh dari area steril parade melalui rute berikut: 


Kendaraan dari arah utara (Bubutan/Tembaan) diarahkan memaksimalkan koridor Jalan Indrapura atau Jalan Semut.

Arus dari kawasan Genteng Kali menuju Siola dialihkan memutar ke sisi timur melalui Jalan Undaan.

Warga diimbau menghindari kawasan dalam radius 3 kilometer dari poros Tugu Pahlawan - Tunjungan - Bambu Runcing guna menghindari jebakan macet. 

( Wied )