Advertisement
Banaspatiwatch.co.id||Surabaya-- Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-104 Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menjadi refleksi penting bagi seluruh warga PSHT untuk kembali meneguhkan nilai-nilai persaudaraan, budi pekerti luhur, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Lebih dari sekadar perjalanan panjang sebuah organisasi, 104 tahun PSHT merupakan perjalanan sejarah yang diwarnai semangat persaudaraan dan pembentukan karakter. Nilai berbudi luhur, rendah hati, menjaga persatuan serta mengutamakan kemanusiaan harus terus menjadi landasan dalam kehidupan setiap warga PSHT.
Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, warga PSHT dituntut tidak hanya memiliki kemampuan dalam olah kanuragan, tetapi juga mampu menunjukkan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pimpinan Redaksi Banaspatiwatch.co.id sekaligus Ketua Ranting PSHT Tegalsari, yang biasa disapa Gus Bondan, menyampaikan:
“Harlah ke-104 PSHT bukan sekadar perayaan usia organisasi. Ini adalah momentum untuk melakukan introspeksi dan mengingat kembali jati diri serta nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Persaudaraan jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, perilaku dan pengabdian nyata di tengah masyarakat.”
Menurutnya, kekuatan PSHT bukan semata-mata terletak pada jumlah warga maupun luasnya jaringan organisasi, melainkan pada kemampuan seluruh warganya menjaga persaudaraan, kerukunan dan martabat organisasi.
“Sebagai warga PSHT, kita harus mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sumber persoalan. Di mana pun berada, warga PSHT harus hadir membawa keteduhan, menjaga kondusivitas, membantu masyarakat dan ikut merawat persatuan bangsa,” tegas Bondan yang juga menjadi Koordinator Bina Prestasi PSHT Surabaya.
Ia juga menekankan bahwa semangat persaudaraan harus berjalan beriringan dengan sikap kritis dan kepedulian sosial.
“Persaudaraan tidak berarti membenarkan segala sesuatu. Justru karena kita bersaudara, kita harus berani saling mengingatkan ketika ada yang keluar dari nilai budi luhur. Kritik harus disampaikan dengan niat memperbaiki, bukan untuk memecah belah.”
Sebagai Ketua Ranting PSHT Tegalsari, Bondan berharap momentum Harlah ke-104 dapat menjadi energi positif bagi seluruh warga, khususnya generasi muda, agar semakin aktif dalam kegiatan sosial, menjaga lingkungan, membantu sesama serta menjauhkan diri dari segala bentuk tindakan yang dapat merusak nama baik organisasi.
“Mari kita warisi bukan hanya nama besar PSHT, tetapi juga nilai besarnya. Manunggaling rasa, manunggaling jiwa, sejati ing budi, luhur ing karya. Karena pada akhirnya, ukuran seorang warga PSHT bukan hanya apa yang ia kuasai, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu ia berikan kepada sesama,” pungkasnya.
Selamat Harlah ke-104 Persaudaraan Setia Hati Terate.
Terus menjaga persaudaraan, menjunjung budi luhur, dan mengabdi untuk kemanusiaan.
Redaksi

