Iklan

Senin, 10 Agustus 2026, 10.8.26 WIB
Last Updated 2026-08-10T06:24:39Z
-UTAMABERITA TERKINIBERITA-UTAMAPEMERINTAHREGIONALWARGA LAPOR

DIPLOMASI REKONSILIASI DI PASAR BABA’AN: Direktur Utama PT Pasar Surya Redam Gejolak Pedagang Melalui Pendekatan Humanis

Advertisement

 


Banaspatiwatch.co.id||Surabaya--  "Lain koki, lain masakan", mungkin istilah ini sangat cocok disematkan pada ke dua pejabat PT PASAR SURYA PERSERODA, dalam formula dialog interaktif dengan pedagang unggas di lingkup PT PASAR SURYA PERSERODA.


Kepemimpinan sejati diuji bukan saat situasi tenang, melainkan ketika badai ketidakpastian melanda. Berbeda sekira 180 derajat dengan atmosfer ketegangan yang sempat menyelimuti kantor pusat sehari sebelumnya, suasana di tengah Blok Unggas Pasar Baba’an, Surabaya pada Jumat (7/8/2026) justru mencerminkan sebuah harmoni yang sejuk. 


Direktur Utama PT Pasar Surya Perseroda, Agus Priyo Akhirono, turun langsung ke episentrum kegelisahan pedagang dengan membawa sebuah cetak biru diplomasi yang hangat, tegas, dan berwibawa. 


Sentuhan Humanis Memecah Kebuntuan

Pertemuan semi-formal yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB tersebut menjadi pembuktian nyata bahwa komunikasi yang setara mampu meluruhkan dinding resistensi. 

Langkah taktis Agus Priyo yang mengawali agenda dengan makan siang nasi bungkus, bersama belasan pedagang unggas tidak hanya sekadar formalitas pejabat, melainkan sebuah simbolisme merangkul yang tulus. 


Di bawah atap pasar tradisonal, tawa dan dialog gayeng mengalir, mengubur manifesto ketegangan sisa sosialisasi Kamis (6/8/2026) yang sempat diwarnai kericuhan saat dipimpin oleh Gianto Sulistyono, S.H.,Direktur Pembinaan Pedagang PT Pasar Surya PERSERODA.


TRANSPARANSI REGULASI dan KEPASTIAN LANGKAH 


Dalam pemaparan yang lugas, Agus Priyo menyampaikan agenda besar Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Cipta Karya (DPRKPP) yang akan segera memulai proyek modernisasi berupa pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU). Ketika para pedagang melayangkan pertanyaan krusial mengenai legalitas aktivitas jual beli unggas hidup pasca-pembangunan, Agus menunjukkan kematangan kepemimpinan seorang birokrat profesional.


Dengan sikap bijak, beliau menegaskan batasan kewenangan konstitusional secara proporsional:


Ranah Kebijakan

Keputusan regulasi final pasca-pembangunan merupakan otoritas penuh Pemkot Surabaya.


Fungsi Eksekutif Pasar

Jajaran direksi fokus menjamin keberlangsungan roda ekonomi dengan mensosialisasikan rencana, menyiapkan lahan pengganti, dan mengamankan suplai ruang agar aktivitas perdagangan tidak terhenti. 


MENAKAR AKUNTABILITAS PEMBANGUNAN PASAR


Kendati atmosfer di lapangan berjalan kondusif, jurnalisme investigatif Banaspati Watch tetap meletakkan kacamata kritis pada aspek manajerial internal perusahaan daerah ini. 


Sebuah pertanyaan besar yang patut menjadi atensi publik adalah mengapa eksekusi fisik pembangunan pasar selalu bertumpu pada Dinas Cipta Karya, alih-alih dioptimalisasikan secara mandiri oleh PT Pasar Surya selaku pengelola komoditas. 


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber kredibel di lingkaran internal, seluruh prakondisi dan pengkondisian teknis pelaksanaan pembangunan tersebut disinyalir berada di bawah kendali Gianto Sulistyono selaku Direktur Pembinaan Pedagang. 


Pola manajerial satu pintu ini memicu diskursus tajam mengenai efisiensi birokrasi dan pembagian porsi tanggung jawab antardireksi. 


CATATAN REDAKSI 

Komunikasi Satu Arah vs Pendekatan Akar Rumput


Peristiwa di Pasar Baba’an menorehkan pelajaran berharga bagi tata kelola BUMD di Kota Pahlawan. Pendekatan interaktif yang diperagakan oleh Direktur Utama membuktikan bahwa pedagang bukanlah objek pembangunan yang rigid, melainkan mitra strategis dalam modernisasi kota.


Sebaliknya, resistensi dan konflik yang terjadi pada hari sebelumnya menjadi alarm keras bagi jajaran direksi pembinaan pedagang agar mengevaluasi total metode komunikasi instruktif yang selama ini diterapkan di meja rapat kantor pusat. 


(Wied)