Iklan

Kamis, 02 Juli 2026, 2.7.26 WIB
Last Updated 2026-07-02T07:53:23Z
-UTAMABERITA TERKINIBERITA-UTAMAPEMERINTAHREGIONALWARGA LAPOR

PEMBATAS MERAH JALAN BASUKI RAHMAT: Estetika Dishub yang Dipuji, Minim Rambu 2 Arah yang Menuai Petaka

Advertisement


Banaspatiwatch.co.id||SURABAYA-- Penataan estetika kota dan manajemen lalu lintas di jantung Kota Pahlawan kembali menjadi sorotan tajam publik. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya panen pujian berkat respons cepat mereka dalam mengurai kesemrawutan di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat. 


Melalui pemasangan barikade road barrier atau bidang media berwarna merah-oranye yang membentang kokoh, Dishub sukses menekan ego para pengendara yang kerap melakukan crossing alias memotong jalur secara sembarangan. 


Langkah taktis ini terbukti ampuh menciptakan visualisasi kota yang jauh lebih tertib, teratur, dan menegaskan komitmen nyata pemerintah dalam menegakkan disiplin berlalu lintas di jalur protokol. 


Namun, di balik keelokan regulasi fisik tersebut, tersimpan sebuah ironi yang memicu kecemasan mendalam bagi para pengguna jalan, khususnya roda dua. Keberadaan ujung bidang media merah yang membelah lajur jalan ini ibarat "jebakan tak kasat mata" saat malam hari atau ketika arus kendaraan sedang padat. 


Absennya rambu penyerta panah dua arah (rambu perintah pilihan lajur) tepat di ujung depan pembatas tersebut menjadi titik buta fatal yang memicu petaka. 


Tercatat, kelalaian minor dalam aspek keselamatan ini telah memicu insiden kecelakaan hingga 4 kali, di mana para pengemudi sepeda motor terpelanting usai menghantam ujung barikade secara mendadak. "Sudah empat kali terjadi kecelakaan, dan semuanya pengendara motor. Untungnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa," ujar seorang penjaga parkir di salah satu komplek pertokoan.


Ketajaman jurnalisme melihat bahwa sebuah niat baik yang tidak diimbangi dengan detail mitigasi risiko yang matang, justru berpotensi merenggut rasa aman warga kota. Ketertiban visual tidak boleh dibayar mahal dengan keselamatan jiwa para pengendara. Ruas jalan Basuki Rahmat yang dinamis membutuhkan panduan navigasi yang tegas, bukan sekadar sekat pembatas yang berdiri membisu tanpa peringatan dini. 


Publik kini menaruh harapan besar agar kedisiplinan tinggi yang ditunjukkan oleh jajaran Dishub Kota Surabaya segera dilengkapi dengan pemasangan rambu panah dua arah reflektif dan lampu penanda visual yang memadai di titik krusial tersebut. Langkah penyempurnaan ini mutlak diperlukan agar tata kota yang modern, aman, dan humanis dapat terwujud seutuhnya di Surabaya. 


( Wied )