Advertisement
Banaspatiwatch.co.id||SURABAYA-- Jalanan Kota Surabaya kembali bersimbah darah oleh keangkuhan borjuasi yang merasa di atas hukum. Sebuah tragedi kemanusiaan yang amat menyayat hati sekaligus menyulut api amarah publik pecah di kawasan Jalan Kertajaya Indah pada Senin siang, 13 Juli 2026.
Sebuah mobil mewah Honda CR-V berpelat nomor L 1562 AT yang dikemudikan oleh Siauw Jimmy Antonius (43), warga Nginden yang juga dikenal sebagai bos gurita bisnis lendir Dragon SPA, menghantam brutal dua pengendara motor hingga menewaskan seorang kakek tak berdosa di tempat kejadian.
Korban tewas adalah Mochamad Bilal (68), warga Srengganan, Simokerto. Tubuh rentanya terpental mengenaskan setelah dihantam dari belakang oleh moncong SUV mewah milik sang miliarder yang melaju kesetanan. Sementara satu korban lain, Ashari, harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka akibat hantaman tersebut. Nyawa melayang, darah berceceran di aspal, dan sebuah keluarga kini menangis histeris meratapi kepergian tulang punggung mereka yang tewas seketika akibat ulah ugal-ugalan penguasa modal.
AROMA ALKOHOL DAN ZAT TERLARANG DIBALIK KEMUDI
Kronologi yang dihimpun tim investigasi Banaspatiwatch menggambarkan betapa biadabnya cara berkendara pelaku. Bergerak dari arah timur ke barat di lajur tengah dengan kecepatan tinggi, Siauw Jimmy Antonius secara mendadak membanting setir ke lajur kiri tanpa memedulikan keselamatan pengendara lain di sekitarnya. Bak peluru kendali yang lepas kendali, CR-V tersebut menyapu dua motor sekaligus sebelum akhirnya laju liarnya terhenti setelah menghantam pohon di tepi jalan.
Namun, di balik "kecelakaan" ini, tercium bau busuk yang menyengat. Berdasarkan kesaksian eksklusif dari narasumber internal, malam sebelum insiden berdarah itu terjadi, Jimmy bersama kroni-kroninya disebut-sebut menggelar pesta pora (party) gila-gilaan di lokasi Dragon SPA.
Publik pun langsung melayangkan tudingan maut, Apakah sang bos SPA mengemudikan kendaraan dalam kondisi hangover berat, mabuk, atau bahkan di bawah pengaruh zat psikotropika setelah dugem semalaman?
Sinyalemen hitam ini direspons serius oleh aparat.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya, Ipda Chandra, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas isu miring tersebut. "Terkait dugaan penggunaan psikotropika atau zat-zat lain, kalau memang informasinya seperti itu, akan kita dorong untuk dilakukan pemeriksaan urine maupun darah," tegas Ipda Chandra kepada awak media.
SKANDAL "BERES-BERES" UANG DAN PENGACARA YANG MULAI CUCI TANGAN
Gerak-gerik kubu Dragon SPA pasca-kejadian justru semakin mematik kegeraman. Dengan nada pongah yang memuakkan, Manajer Lokasi Dragon SPA, Yudi, dengan entengnya melontarkan klaim bahwa urusan nyawa ini "sudah beres."
"Semuanya sudah beres dan sudah diselesaikan oleh Bos," ujar Yudi seolah-olah nyawa manusia yang melayang bisa ditebus begitu saja dengan tumpukan uang kertas.
Pernyataan arogan ini langsung ditampar keras oleh kenyataan di lapangan. Ipda Chandra membongkar kebohongan publik tersebut dengan menyatakan bahwa keluarga korban yang sedang dirundung duka mendalam sama sekali belum menerima bantuan atau santunan apa pun dari pihak pelaku!
Jangankan uang sepeser pun, dimintai keterangan saja belum karena moralitas kepolisian masih menghormati suasana berkabung keluarga almarhum Mochamad Bilal. Lantas, "sudah beres" versi siapa yang dimaksud oleh sang manajer? Apakah ada upaya untuk "mengondisikan" hukum di belakang layar?
Kekonyolan berlanjut saat wartawan mencoba mengejar konfirmasi. Pihak manajemen melemparkan bola panas kepada seorang pengacara bernama Ricky, S.H. Namun, bak tikus yang ketakutan melihat sorotan lampu, Ricky justru langsung pasang badan untuk cuci tangan dan menjaga jarak aman dari sosok Jimmy.
"Izin Abangda, saya ini lawyer-nya Dragon, bukan lawyer pribadi Jimmy. Dan saya kenal Jimmy karena sewa tempat ini saja. Agar lebih jelas dan detail, monggo besok ke kantor saya jam 10 pagi ke atas di Jl. Ngagel Wasana III No. 15 Surabaya," kilas Ricky memelas, mencoba menyelamatkan reputasinya dari pusaran kasus maut ini.
PUBLIK MENGAWAL
Hukum Jangan Tunduk pada Duit Bos SPA!
Saat ini, Siauw Jimmy Antonius dikabarkan tengah bersembunyi di balik selimut kamar perawatan sebuah rumah sakit di daerah Satelit Surabaya dengan alasan medis. Sementara itu, kasus ini resmi menggelinding panas di Unit Laka Lantas Polsek Mulyorejo dan Polrestabes Surabaya.
Masyarakat Surabaya dan netizen kini mengarahkan mata mereka tajam-tajam ke arah kepolisian.
Publik menuntut keadilan mutlak tanpa pandang bulu. Jangan sampai statusnya sebagai "Bos SPA kaya raya" membuat Jimmy mendapatkan keistimewaan hukum, atau membuat kasus ini menguap begitu saja dengan dalih damai di bawah meja. Nyawa Mochamad Bilal harus dibayar dengan hukuman penjara yang setimpal!
Banaspatiwatch akan terus mengawal kasus ini sampai tetes darah terakhir, memastikan bahwa hukum di negeri ini tidak bisa dibeli oleh para pemabuk berduit yang mengorbankan nyawa rakyat kecil di jalanan!
(Wied)

