Iklan

Jumat, 27 Februari 2026, 27.2.26 WIB
Last Updated 2026-02-27T08:30:48Z
-UTAMABERITA TERKINIBERITA-UTAMANASIONALPEMERINTAHPOLRIREGIONAL

Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi, Peserta Sespimmen Polri Dikreg ke-66 Gelar Management Course di Polres Gresik

Advertisement


Banaspatiwatch.co.id
||GRESIK--  Polres Gresik menjadi tuan rumah pelaksanaan Management Course Level III bagi Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang menitikberatkan pada implementasi kepemimpinan strategis dalam mendukung ketahanan nasional ini digelar di Rupatama Sarja Arya Racana, Kamis (26/02/2026).


Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan dari Sespim Lemdiklat Polri, di antaranya Irjen Pol Drs. Jawari, S.H., M.H. selaku Supervisi Poklat V dan Brigjen Pol Muhammad Firman, S.I.K., M.Si. sebagai Pengawas Poklat V, beserta tim tutor dan 10 peserta didik. Turut hadir Wakil Bupati Gresik Dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, serta jajaran kepala dinas terkait.


Dalam sambutannya, AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polres Gresik sebagai lokasi praktik lapangan.


Menurutnya, momentum ini menjadi ruang kolaborasi antara institusi pendidikan Polri dengan pemerintah daerah dalam merespons isu strategis nasional.


Irjen Pol Drs. Jawari menegaskan bahwa Management Course merupakan wahana pembelajaran aplikatif bagi calon pimpinan menengah Polri dalam mengasah ketajaman analisis serta ketepatan pengambilan keputusan.


“Seorang pemimpin identik dengan pengambilan keputusan. Pelatihan kali ini difokuskan pada kebijakan Presiden RI terkait ketahanan pangan dan ekonomi. Kabupaten Gresik sendiri menunjukkan capaian luar biasa dengan menempati peringkat kelima nasional dalam sektor ketahanan pangan,” ujarnya.


Wakil Bupati Gresik, Dr. H. Asluchul Alif, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa dinamika pembangunan di Kabupaten Gresik berlangsung cepat dan kompleks, sehingga membutuhkan sinergi lintas sektor yang solid.


“Stabilitas daerah hanya dapat terwujud apabila situasi kamtibmas terjaga. Kami berharap kegiatan ini melahirkan gagasan inovatif dalam pelayanan masyarakat, baik melalui pendekatan preventif maupun penegakan hukum,” tuturnya.


Diskusi panel menghadirkan sejumlah narasumber strategis. Kepala Bulog Cabang Surabaya, Yudith Karamy, memaparkan data dominasi Gresik dalam sektor pertanian regional.


“Lahan tanam dan panen terbesar berada di Kabupaten Gresik, mencapai sekitar 80 persen dibandingkan Surabaya dan Sidoarjo. Saat ini stok operasional kami dalam kondisi aman, termasuk 115 juta kilogram beras yang siap mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gresik, Ir. Indriya Purwaningsih, M.T., menyampaikan sosialisasi terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar setiap sepuluh tahun sekali. Sensus ini akan memetakan struktur ekonomi nasional, termasuk perkembangan ekonomi digital dan ekonomi hijau (green economy), sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan ke depan.


Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata, sesi foto bersama, serta diskusi pengamatan OHA (Objek Hasil Amatan) oleh para peserta didik. 


Melalui Management Course ini, diharapkan para calon pimpinan Polri masa depan memiliki kapasitas strategis yang kuat dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan penguatan ekonomi daerah.(red)