Iklan

Sabtu, 15 Agustus 2026, 15.8.26 WIB
Last Updated 2026-08-15T03:24:39Z
-UTAMABERITA TERKINIBERITA-UTAMAHUKUMPEMERINTAHPOLRIREGIONALWARGA LAPOR

“TUHAN MAHA KEJAM”: SINDIRAN WAHID DI TENGAH KLAIM TANAH MASJID BERTAMBAH 103 M²

Advertisement


Banaspatiwatch.co.id||MADIUN-- Persoalan rumah Bu Tamirah yang sebelumnya menjadi objek jaminan pembiayaan PNM dan kemudian dilelang kembali memunculkan pertanyaan baru.


Di depan Masjid Baitus Sholihin terpampang sebuah spanduk bertuliskan:

“Sekilas Info Terkini... Alhamdulillah Barakallah. Luas Tanah Masjid Baitussholihin Bertambah Lagi 103 m² / SHM (Ketua Takmir).”


Melihat kondisi tersebut, Wahid, anak Bu Tamirah, melontarkan sindiran dengan nada bercanda:

“Ternyata Tuhan Maha Kejam, membuat rumah dengan menggusur tanah makhluk-Nya.”


Ucapan tersebut muncul karena di satu sisi terdapat klaim bahwa tanah masjid bertambah seluas 103 m², sementara di sisi lain rumah yang selama ini ditempati keluarganya telah masuk dalam proses lelang dan kemudian Bu Tamirah diminta meninggalkan rumah tersebut.


Banaspati Watch tidak mempersoalkan keberadaan maupun pembangunan masjid. Yang menjadi pertanyaan adalah asal-usul dan status tanah seluas 103 m² tersebut.


-Apakah tanah 103 m² itu merupakan bagian dari objek yang dilelang?

-Apakah tercantum dalam dokumen atau risalah lelang?

-Apakah tanah tersebut berada dalam satu bidang dengan tanah yang menjadi jaminan pembiayaan Bu Tamirah?

-Siapa pemilik sah tanah tersebut sebelum dan sesudah proses lelang?

-Dan atas dasar dokumen apa kemudian disebut sebagai tambahan tanah Masjid Baitus Sholihin?


Hari ini, Sabtu, 15 Agustus 2026, Wahid juga mendatangi kantor PLN Caruban untuk meminta penjelasan mengenai pemutusan listrik di rumah orang tuanya.

Menurut Wahid, rumah Bu Tamirah sudah lebih dari dua minggu tidak mendapatkan aliran listrik. Kabel menuju rumah tersebut disebut diputus dari atas genteng.


Wahid bertemu dengan sekuriti PLN bernama Yamianto dan mendapat penjelasan bahwa kantor tutup pada Sabtu dan Minggu serta diminta kembali pada Senin.

“Sudah dua minggu lebih rumah ibu saya tidak ada listrik. Kasihan ibu saya di rumah sendirian.”

Bagi Banaspati Watch, rangkaian persoalan ini membutuhkan dokumen dan penjelasan yang terbuka.

Jangan sampai di tengah tulisan “Alhamdulillah tanah masjid bertambah”, justru muncul pertanyaan tentang bagaimana nasib rumah seorang ibu yang sebelumnya ditempati, kemudian dilelang, diminta keluar, dan kini disebut telah lebih dari dua minggu hidup tanpa listrik.


Banaspati Watch akan terus melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait dan memberikan ruang hak jawab kepada semua pihak.


BANASPATI WATCH

Mengawal informasi, menguji fakta, dan memberi ruang bagi semua pihak untuk memberikan klarifikasi.

Redaksi