Advertisement
Banaspatiwatch.co.id||Surabaya-- Pemandangan ironis bin menggelitik kembali tersaji di aspal panas Kota Pahlawan. Sebuah jepretan kamera wartawan menangkap momen magis saat sebuah supercar mentereng, Porsche Boxster berkelir merah menyala, tampak merayap pasrah di tengah kemacetan horor Jalan Diponegoro, Surabaya (10/826).
Uniknya, mobil eksotis berlogo kuda jingkrak Stuttgart itu terpotret sedang berjalan beriringan dengan sebuah mobil ambulans—sebuah kontras sosial yang begitu aduhai untuk dikunyah sebagai sarapan pagi kaum mendang-mending.
Ambulans di sebelahnya mungkin sedang berjuang menyelamatkan nyawa manusia, sementara sang pemilik Porsche merah tampaknya sedang berjuang menyelamatkan harga diri dari kejaran memori masa lalu.
Bagaimana tidak? Jika mata jeli netizen digeser sedikit ke bawah, tepat ke arah pelat nomor B 1060 KAC, tercantum angka masa berlaku STNK yang sudah mulai "kedaluwarsa" di awal tahun: 01-26. Mengingat kalender di dinding sudah bergeser jauh melewati bulan Januari, kuat dugaan sang pemilik mobil miliaran rupiah ini mendadak amnesia atau mungkin "terlalu miskin" untuk sekadar mengklik aplikasi e-Samsat demi menunaikan kewajiban pajaknya.
Sungguh sebuah komedi satir yang membagongkan. Pemiliknya mampu membeli bahan bakar non-subsidi, mampu membayar biaya perawatan nano ceramic demi menjaga cat merahnya tetap mengilap, tetapi mendadak lemas tak berdaya ketika dihadapkan pada lembar tagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang disetor ke kas negara.
Apakah uangnya habis terkuras hanya untuk menyewa gengsi di jalanan Surabaya? Ataukah pelat nomor "B" asal Jakarta itu sengaja dibawa melipir ke Jawa Timur agar terhindar dari endusan petugas pajak ibukota?
Fenomena supercar "nunggak pajak" yang asyik berseliweran di jalanan protokol ini tentu menjadi tamparan keras sekaligus lelucon segar. Di saat masyarakat kecil dikejar-kejar target pajak bahkan untuk sepeda motor bebeknya, kaum jetset pemilik Porsche justru melenggang santai, pamer knalpot kembar, membelah kemacetan di samping armada penolong medis yang taat aturan.
Kita tunggu saja, apakah setelah pemberitaan ini mencuat, sang pemilik langsung buru-buru memutihkan pelat nomornya, ataukah mobil mewah ini akan terus melaju dengan status "elite mentereng, bayar pajak entar dulu"? Tetap pantau ruang investigasi kami untuk melihat kelanjutan drama kaum berduit yang hobi melupakan kewajiban ini.
(Wied)

