Advertisement
Banaspatiwatch.co.id||SURABAYA-- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS), salah satu ikon konservasi tertua di Asia Tenggara, kini tengah bersolek menuju destinasi wisata edukasi kelas dunia. Menariknya, meski kursi Direktur Utama mengalami kekosongan sejak Oktober 2024, roda organisasi di dalamnya sama sekali tidak melambat.
Di bawah kendali taktis Direktur Operasional dan Umum, Nurika Widyasanti, bersama Direktur Keuangan dan SDM, Moch Nahroni, KBS justru melesat secara eksponensial. Kolaborasi solid manajemen ini sukses menyulap tantangan transisi kepemimpinan menjadi peluang emas bagi pariwisata Jawa Timur.
WAJAH BARU MODERN DAN PROGRAM "BACK TO ZOO"
Sentuhan manajerial Nurika, yang akrab disapa Rika, selaras dengan visi Wali Kota Surabaya dalam mentransformasi KBS menjadi destinasi edutainment yang lebih bersih, asri, dan modern. Didukung integrasi akses Pintu Selatan melalui Terowongan (Tunnel) Joyoboyo, KBS akan terus berbenah melalui inovasi berkelanjutan sebagai destinasi konservasi kebanggaan Kota Surabaya.
Memasuki musim liburan, KBS meluncurkan program bertajuk "Back to Zoo – Explore, Learn, and Roar" yang berlangsung mulai 20 Juni hingga 12 Juli 2026. Program ini menghadirkan pengalaman interaktif feeding time (memberi makan) satwa ikonik seperti gajah, singa, dan pelikan untuk menanamkan nilai konservasi sejak dini kepada anak-anak.
Tidak hanya kedekatan dengan satwa, pengunjung juga dimanjakan dengan pertunjukan budaya lokal seperti Reog dan Jaranan, theatrical show, hingga panggung live music setiap hari. Hebatnya, seluruh keseruan ini tetap dapat dinikmati dengan harga tiket yang konsisten di angka Rp15.000.
Manajemen juga menyediakan fasilitas gratis berupa penitipan barang dan kursi roda. Area rekreasi pun kian kaya dengan kehadiran wahana kekinian seperti Giz Park, Rainbow Park, Bioskop 7D, hingga spot foto tematik Rabbit in Wonderland. Dedikasi pelayanan prima ini membawa KBS sukses menyabet penghargaan prestisius dalam ajang Surabaya Tourism Awards.
LEDAKAN POPULASI DAN DIPLOMASI HIJAU GLOBAL
Komitmen Kebun Binatang Surabaya (KBS) terhadap kesejahteraan satwa (animal welfare) membuahkan hasil nyata. Keberhasilan program pengembangbiakan (breeding) terus meningkat, ditandai dengan bertambahnya koleksi satwa, termasuk keberhasilan pengembangbiakan komodo (Varanus komodoensis) hingga populasinya kini melampaui 50 ekor.
Keberhasilan konservasi ini membawa reputasi internasional KBS kian melambung. KBS dipercaya untuk meminjamkan sepasang komodo ke lembaga konservasi iZoo di Shizuoka, Jepang, melalui mekanisme peminjaman satwa (breeding loan). Langkah besar ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Pemerintah Prefektur Shizuoka yang ditandatangani pada 28 Maret 2026.
Melalui semangat diplomasi hijau global, kerja sama lintas negara ini tidak hanya melibatkan kontribusi komodo dalam program pengembangbiakan terencana di Negeri Sakura. Sebagai timbal baliknya, KBS juga akan menghadirkan pengalaman baru bagi warga Surabaya lewat kedatangan satwa eksotis asal Jepang, seperti Kura-kura Raksasa, panda merah dan jerapah.
JIWA AKAR RUMPUT DAN MENEPIS ISU KURSI PANAS
Keberhasilan transformasi KBS bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari loyalitas panjang. Menjabat sebagai Direktur Operasional dan Umum sejak 15 Maret 2023, Nurika Widyasanti mengawali pengabdiannya di KBS benar-benar dari akar rumput.
Di tengah cemerlangnya prestasi tersebut, nama Rika sempat terseret dalam pusaran rumor dinamika perebutan kursi Direktur Utama KBS. Upaya "downgrade" namanya sempat berhembus mengenai adanya dugaan pengondisian uang ratusan juta rupiah untuk diserahkan kepada pihak tertentu.
Namun, isu miring tersebut ditepis keras oleh realita di lapangan dan prinsip personal sang direktur. Kepada orang-orang terdekatnya, Rika menegaskan bahwa dedikasinya di KBS murni didasarkan pada passion dan kecintaan tulus terhadap satwa, bukan ambisi memburu jabatan struktural tertinggi.
"Duit mana lagi mas yang mau diserahkan..saya ini single parent dengan 3 arang anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan tidak kecil, dan saya tidak punya usaha lagi selain bekerja di sini," ujar "single mother" 47 tahun yang masih kelihatan energik tersebut.
Bagi Rika, berinteraksi dan memastikan kesejahteraan satwa setiap hari memberikan kepuasan batin yang jauh lebih bernilai ketimbang terjebak dalam intrik politik kekuasaan. Komitmen bersih tanpa mahar politik inilah yang menjaga integritas KBS tetap kokoh sebagai warisan kebanggaan Indonesia di mata dunia.
(Wied)


