Advertisement
Banaspatiwatch.co.id ||SURABAYA-- Polemik dugaan percaloan dan pungutan liar di Samsat Surabaya Timur akhirnya direspons Bidang Humas Polda Jatim. Polisi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul di masyarakat menyusul ramainya pemberitaan media, termasuk http://Mediabarometer.net.
Dalam keterangan resminya, Kabid Humas Polda Jatim menyatakan pihaknya menghargai masukan media dan publik. Ia mengakui ada kekurangan dalam pelayanan dan komunikasi di lapangan. Sebagai tindak lanjut, Polda Jatim berjanji melakukan investigasi internal, memperketat pengawasan di area parkir dan ruang pelayanan, serta mengevaluasi pola komunikasi dengan awak media agar lebih terbuka.
Polda Jatim juga mengimbau masyarakat mengurus administrasi kendaraan lewat jalur resmi yang diklaim makin mudah. Warga diminta melapor lewat kanal pengaduan jika menemukan praktik menyimpang.
Fakta di Lapangan: Nihil Tindakan, Calo Makin Berani
Sampai hari ini, sampai berita ini dipublikasikan, belum ada tindakan apapun dari pihak Samsat Surabaya Timur. Calo justru semakin berani mencari mangsa di area parkir dan sekitar loket layanan.
Bahkan, awak media sempat diintimidasi di TKP saat mengambil gambar aktivitas yang diduga praktik percaloan. Upaya dokumentasi dihalang-halangi oknum di lapangan.
Sebelumnya, sejumlah media menyorot biaya tambahan hingga jutaan rupiah untuk mempercepat pengurusan. Praktik calo disebut lebih “memudahkan” dibanding jalur resmi, memicu kritik tajam terhadap program “Polantas Menyapa”.
Di sisi lain, kalangan jurnalis menegaskan fungsi kontrol sosial akan terus dijalankan. Mereka menuntut penindakan tanpa pandang bulu terhadap oknum sipil, calo, maupun petugas internal yang terlibat, demi menjaga integritas pelayanan publik di Samsat.(red)

