Advertisement
Banaspatiwatch.co.id || Surabaya, 12 April 2026 — Maraknya aksi pencurian kabel tembaga dengan modus proyek PDAM kembali terjadi di wilayah Kota Surabaya. Kali ini, dugaan pencurian tersebut berlangsung di Jalan Krembangan Bhakti I, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, pada Jumat, 10 April 2026.
Aksi tersebut tidak hanya merugikan negara hingga ratusan juta rupiah, tetapi juga mengganggu aktivitas warga akibat penggalian jalan di area permukiman. Lubang-lubang yang ditinggalkan pelaku menimbulkan keresahan dan membahayakan pengguna jalan di lingkungan tersebut.
Berdasarkan keterangan warga kepada awak media, terdapat kejanggalan dalam aktivitas penggalian yang dilakukan oleh pihak yang mengaku sebagai pekerja proyek. Saat ditanya, salah satu pekerja berdalih bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk pengecekan kebocoran PDAM.
“Mas, ini kerja apa?” tanya warga.
“Tidak Bu, ini hanya mau cek karena ada kebocoran PDAM,” ujar pekerja tersebut.
Namun, aktivitas mencurigakan semakin terlihat ketika pekerjaan sempat terhenti, lalu kembali dilanjutkan pada dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Warga menduga hal ini dilakukan untuk menghindari perhatian masyarakat. Pada saat itulah diduga terjadi proses penarikan kabel tembaga bawah tanah menggunakan rantai yang ditarik dengan bantuan dump truck.
Dugaan sementara, aksi pencurian ini melibatkan seorang pelaku berinisial H. Bedri yang juga diduga dibantu oleh oknum dari salah satu organisasi masyarakat. Keberadaan sindikat ini dinilai sangat meresahkan warga dan berpotensi merusak fasilitas umum serta merugikan keuangan negara.
Atas kejadian tersebut, warga berharap aparat penegak hukum (APH) di wilayah Krembangan segera mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Awak media Banaspatiwatch.co.id juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendorong pengusutan tuntas terhadap kasus pencurian kabel tembaga bawah tanah yang berkedok proyek PDAM ini.
Penulis : Anshori

