Advertisement
Banaspatiwatch.co.id ||Tuban -- Ketika kejahatan bekerja terang-terangan dan penegak hukum memilih sunyi, yang mati pertama kali adalah wibawa institusi. Di Tuban, tambang yang oleh warga dikaitkan dengan nama Ida terus menggerus bumi tanpa rasa takut. Alat berat meraung, truk tambang lalu-lalang, kerusakan lingkungan menganga,sementara Kapolres Tuban AKBP Alaiddin tak menunjukkan satu pun langkah tegas yang bisa dilihat publik.
Ini bukan sekadar keterlambatan. Ini kebisuan yang berkepanjangan.
Tambang ilegal bukan isu samar, Ia kasat mata, berisik, dan mudah ditelusuri. Maka ketika tidak ada pembongkaran, tidak ada penyegelan, tidak ada penyitaan, publik berhenti bertanya “apakah tahu?” dan mulai bertanya “mengapa dibiarkan?”
Sorotan kini menghantam langsung ke pucuk komando.
Ada apa dengan Kapolres Tuban?
Diamnya pimpinan kepolisian di tengah pelanggaran yang berteriak bukan lagi sikap administratif. Di mata publik, diam telah berubah menjadi pembiaran yang kejam. Pembiaran yang memberi waktu, ruang, dan rasa aman bagi aktivitas yang diduga melanggar hukum.
Kesalahan kecil diburu tanpa ampun, sementara pelanggaran besar yang merusak ruang hidup warga dan menyangkut kepentingan orang banyak justru dibiarkan bernapas panjang. Hukum tampak galak ke bawah, namun lumpuh di hadapan kepentingan yang disebut-sebut kuat.
Pertanyaan publik kini tak lagi sopan, tapi telanjang:
Mengapa tambang yang diduga ilegal masih berdiri?
Mengapa alat berat tidak menjadi barang bukti?
Mengapa Polres Tuban terkesan menutup diri dari isu ini?
Apa yang membuat Kapolres Tuban memilih diam?
Jika ini disebut kehati-hatian, publik menyebutnya penghindaran tanggung jawab. Karena setiap hari tanpa tindakan adalah keputusan. Dan keputusan untuk membiarkan hukum terkikis, kepercayaan publik runtuh perlahan.
Ini bukan lagi perkara satu tambang atau satu nama. Ini perkara kepemimpinan dan keberanian moral.
Sebab jiwa kepemimpinan seorang Kapolres tidak diukur dari konferensi pers, melainkan dari nyali menindak pelanggaran yang nyata di depan mata.
Kini garisnya kejam dan tak bisa dihindari: bertindak dan membuktikan, atau terus diam dan ikut ditelan kecurigaan publik.
Karena satu hal pasti dan sadis: selama tambang ilegal Ida terus beroperasi . Di tempat terpisah tim awak media mencoba mendatangi Polres Tuban untuk menanyakan hal temuan ke Kapolres Tuban akan tetapi beliau belum bisa ditemui karena kerepotan.Sampai berita ini diterbitkan belum ada statement dari Kapolres Tuban AKBP Alaiddin. (Red)

